Portal Goodispost

Portal Goodispost Berbagi Artikel Tanpa Batas

Rajamerah.com Situs Terbaik Terpercaya

merupakan situs poker online, agen poker terbaik dan terpercaya di indonesia. mampu mengemban gelar sebagai agen poker terbaik di indonesia. Namun, di sinilah kisah unik Timnas U-19 bermula. Meski akhirnya gagal melaju ke partai puncak, Indonesia tetap mendapat tiket menuju Piala Dunia U-20 yang digelar di Jepang. Padahal, sesuai regulasi, slot ini harusnya diisi finalis, yakni Irak dan Korea Selatan. "Irak menolak karena unsur politis. Sebabnya, logo Coca Cola menempel di Piala Dunia U-20 saat itu. Coca Cola kan simbol Amerika Serikat dan mereka anti Amerika," kata Bambang. Penolakan Irak otomatis membuat satu slot tersisa. AFC lalu menawarkannya kepada Kuwait dan Korea Utara yang menempati peringkat 3 dan 4. Namun, kedua negara ini juga menolak kehadiran Coca Cola di Piala Dunia U-20 dan memutuskan untuk tidak ikut ambil bagian sebagai solidaritas kepada negara-negara Timur Tengah. Situasi ini membuat satu slot tersisa kembali ditawarkan ke kontestan perempatfinal, yakni Indonesia, Bahrain, Iran, dan Arab Saudi. "Namun, Iran, Bahrain, dan Arab Saudi, juga menolak kehadiran logo Coca Cola. Jadilah Indonesia lolos ke Piala Dunia usia muda di Jepang," beber Bambang.

Rajamerah.com Situs Judi Poker Online Terbaik Terpercaya
Rajamerah.com Situs Judi Poker Online Terbaik Terpercaya


Kecewa Laga Pembuka 

Jumat, 10 Oktober 2014, adalah tanggal dimana Timnas U-19 mulai turun ke 'medan perang' sesungguhnya. Lawan perdana mereka adalah salah satu tim unggulan asal Asia Tengah, Uzbekistan. Menilik trek rekor, Timnas U-19 jelas jauh tertinggal dari calon lawan. Reputasi Uzbekistan sangat bagus. Mereka bahkan sudah menorehkan sejarah manis di Piala Dunia U-20 dengan tampil sebanyak empat kali pada 2002, 2008, 2012 dan 2013. Malah tahun lalu mereka berhasil lolos sampai perempatfinal sebelum dikalahkan sang juara, Prancis.

Punya catatan mentereng, bagaimanapun Uzbekistan tetap lawan yang harus dihadapi. Karena itu Timnas U-19 dilarang gentar. Hasil terbaik wajib coba digapai. Rajamerah.com Situs Judi Poker Online Terbaik Terpercaya “Seperti coach bilang, ini layaknya perang. Dukungan besar jadi semangat tersendiri. Bangsa Indonesia berharap kami mendapat prestasi bagus, kami juga berharap demikian," kata kapten tim Evan Dimas sebelum pertandingan. Namun malang, semangat dan tekad kuat Timnas U-19 masih belum mampu meruntuhkan kehebatan Uzbekistan. Mereka tumbang 1-3. Dalam laga di Stadion Thuwunna YTC, Yangon, Timnas U-19 kesulitan mengembangkan permainan di babak pertama. Khamdamov Dostonbek dan Urinboev Zabikhillo pun secara bergantian menggetarkan gawang yang dikawal kiper Rully Desrian.

Pada babak kedua, Timnas U-19 tampil lebih baik. Mereka bahkan sanggup memperkecil ketertinggalan lewat gol cantik pemain pengganti Paulo Sitanggang. Sayang, jelang penutupan laga, kiper kembali harus memunggut bola dari dalam gawangnya usai dibobol Shukurov Otabek. "Banyak peluang kita yang harusnya menjadi gol. Dan sebaliknya, kita kebobolan karena kesalahan kita sendiri," Indra Sjafri menganalisa permainan timnya usai kekalahan dari Uzbekistan. Lebih dari itu, menurutnya beberapa pemain kunci tim juga gagal menunjukkan performa terbaik dalam laga tersebut. "Kalau main konsisten mungkin akan lain cerita," sesal pria berdarah minang itu.

Masih Ada Asa Rajamerah.com


"Masih ada dua pertandingan." kalimat itu yang terucap dari mulut Indra Sjafri ketika ditanya peluang timnya selepas tumbang dari Uzbekistan. Sebuah ucapan yang menyiratkan optimisme tinggi. Rajamerah.com Situs Judi Poker Online Terbaik Terpercaya Kekalahan dari Uzbekistan bukan akhir segalanya. Apalagi menilik hasil pertandingan lain di Grup B, dimana Australia berbagi satu poin dengan Uni Emirat Arab. Praktis, kans Timnas U-19 mendongkrak posisi sebagai juru kunci di pertandingan selanjutnya terbuka lebar. Lagi-lagi syarat yang dilakoni tidak mudah. Lawan mereka berikutnya adalah Australia, tim langganan Piala Dunia U-20 sekaligus semifinal di turnamen sebelumnya, ditambah pada Piala Asia U-19 ini tim asuhan Paul Okon diperkuat tiga pemain yang merumput di Eropa, Cameron Burgess (Fulham FC), Chris Ikonomidis (SS Lazio) dan Peter Skapetis (Stoke City).

Sejarah besar serta tim berkualitas mungkin menjadi kelebihan atau kekuatan, tapi tetap saja itu bukan jaminan untuk senantiasa mendulang hasil yang diinginkan. Melihat grafik permainan Young Socceroos yang cenderung menurun, seperti di ajang AFF Preparatory kemarin, plus hasil laga perdana melawan UEA, tim yang dua kali dikalahkan Timnas U-19 dalam lawatan ke Timur Tengah beberapa waktu lalu, maka raihan tiga poin bukan hanya ada dalam mimpi belaka. Yang paling penting sekarang, sebagaimana diungkapkan Indra Sjafri, Timnas U-19 harus melakukan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan serta kelemahan yang ada. Jika semua itu telah dijalani maka biar takdir menentukan hasil terbaik buat anak-anak bangsa di sana. Yang jelas dukungan serta doa dari penjuru nusantara akan terus mengalir bagi mereka. Asa itu masih ada, maju terus Garuda Jaya!
 
Copyright © 2014 - All Rights Reserved
Template By. Catatan Info